Peace


"A happy person isn’t someone who’s happy all the time. It’s someone who effortlessly interprets events in such a way that they don’t lose their innate peace." - Naval Ravikant

Quote terbaik yang saya temukan minggu ini, di twitter. Happy time, sad time, happens all the time. Kalau tidak bisa selalu happy, minimal kita coba untuk damai. Nrimo kalau kata orang jawa.

Dalam bahasa lainnya, ada perbedaan antara menderita dan mengalami penderitaan. Orang bisa saja mengalami penderitaan tanpa merasa menderita. Orang yang kehujanan naik motor malam malam tapi masih bisa bernyanyi atau becanda, mereka tidak sedang menderita.

Kadang yang tidak enak justru ketika dikasihani. Kita merasa tidak apa-apa, tapi orang yang melihat menganggap kita perlu dibantu. Ini yang membuat rikuh dan rasanya ingin menyembunyikan apa apa yang bisa jadi sumber rasa kasihan. Enaknya kalau sebagian besar waktu kita jalani di lingkungan yang tidak membuat kita perlu macak seolah kita menikmati segalanya hanya agar tidak dikasihani. 

Balik ke innate peace, saya percaya it somehow resonates. Ada orang yang diamnya saja menyenangkan, wajahnya terang, bahasa tubuhnya tenang. Semakin besar damai yang dibawa, semakin banyak masalah yang dapat ditampungnya. Apa yang kita kira berat, baginya mungkin bukan apa-apa. Kesalahan manusia nomor sekian, cenderung menilai sesuatu menurut timbangannya sendiri.

So, have a peace ya!


*ditulis dari hp sambil mampir di indomaret point



0 comments :

Post a Comment