Ya, umat muslim tentu merayakannya setelah satu bulan berpuasa. Tapi secara negara idul fitri atau di sini disebut suikerfeest (kalau ditranslasi jadi 'festival gula') bukan hari libur nasional. Orang yang ingin merayakannya bisa menggunakan hak cuti masing-masing. Rata-rata orang Belanda tahu soal ramadhan dan suikerfeest karena diajarkan di sekolah-sekolah jadi mereka mengucapkan selamat, tapi perayaan ini tidak diformalkan secara aturan.
Idul Fitri kapan?
Di sini sepertinya semua komunitas muslim besar merayakan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Indonesia salah satunya, termasuk di dalamnya PCI NU Belanda yang sudah merilis sejak sebelum ramadhan bahwa 1 syawal jatuh pada 20 Maret. Meski begitu setahu saya ada sebagian kecil muslim di Eropa yang berlebaran pada hari Sabtu-nya.
Apakah ada takbir keliling?
Takbiran dilakukan di dalam masjid masing-masing dan tidak ada takbir keliling di jalan-jalan. Tapi masjid di sini biasanya bukan hanya ruangan area salat saja tapi sebuah cultural centrum yang di dalamnya ada ruang kelas, kantin, sampai aula yang bisa dipakai untuk ramai-ramai merayakan takbiran.
Salat Ied di mana?
Kami alhamdulillah salat di Masjid Indonesia Al-Hikmah di Den Haag. Salat ied di sana dimulai agak siang jam 09:00 jadi lumayan ada waktu untuk menuju ke sana walaupun untuk kami perjalanannya lebih dari 1 jam. Selain untuk merasakan suasana lebaran bersama banyak masyarakat dari Indonesia, kami juga ada rencana untuk datang ke open house KBRI dan sowan ke beberapa sesepuh.
Seperti apa salat Ied di Al-Hikmah?
Ramai sekali oleh orang-orang datang dari berbagai penjuru negeri. Walaupun di setiap kota ada masjid dan hampir di semua kota besar ada salat ied komunitas Indonesia tapi masjid Al-Hikmah tetap jadi epicentrum muslim Indonesia di Belanda. Kami sampai di masjid jam 8:10an dan sudah tidak dapat tempat di dalam. Bagusnya masjid dapat ijin untuk menggelar salat sampai ke halaman bahkan jalan, sebuah pemandangan yang menarik sekaligus asing di sini. Salat di halaman justru menyenangkan karena rasanya seperti salat di lapangan, kabar baiknya cuaca sedang cerah dan suhunya bersahabat.
Salatnya tentu sama, 2 rakaat dengan rakaat pertama 7x takbir dan rakaat kedua 5x takbir. Khotbah-nya dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Belanda. Selesai salat masjid membagikan bakso gratis yang antriannya sampai panjang sekali. Beberapa jamaah juga membawa dan membagikan kue dan makanan kecil pada siapapun yang mau. Sampai menjelang siang orang masih salam-salaman, ngobrol, makan, dan foto-foto. Hangat sekali.
Apakah ada budaya saling mengunjungi saat lebaran?
Walaupun tidak semasif di Indonesia tapi budaya ujung tetap ada. Biasanya keluarga-keluarga yang open house akan mengabarkan untuk datang. Agendanya standar: salam-salaman, ngobrol, makan, dan foto. Yang menarik karena kadang tamunya berbarengan dari sirkel yang berbeda, di satu ruang tamu bisa ada 3 bahasa sekaligus Indonesia, Belanda, dan Inggris. Kami sebagai new kids on the block alias termasuk generasi mukimin muda jadi yang keliling sowan dari satu rumah ke rumah lain seperti di Indonesia.
Suguhannya apa?
Somehow kue-kue lebaran seperti nastar, putri salju, lidah kucing, kastengel dan lain sebagainya sampai juga di meja-meja rumah Belanda. Ada yang bikin sendiri, ada yang memang jualan, dan ada yang bawa dari Indonesia. Selain itu ada coklat-coklatan yang memang mudah di dapat di sini. Favorit saya Ferrero Rocher alias Roka dalam kemasan premium..
Untuk sajian makannya, wah masyaAllah sekali. Rata-rata yang open house adalah keluarga yang sudah benar-benar mukim dan settle di sini jadi masak-masak besar bukan lagi hal yang rumit, termasuk sourcing bahan baku halal dan bumbu-bumbu spesifik untuk masak masakan nusantara. Jadi opor ada, rendang ada, bakso tetelan ada, gule tunjang ada, sampai seblak pun ada. Alhamdulillah wa syukurillah.
Rasa lebaran tahun ini?
Tentu lebaran tidak sama ketika berjauhan ribuan kilometer dari keluarga inti. Tapi kami berusaha the best we can do untuk tetap merayakan 'bersama' walaupun hanya via layar handphone. Sisanya kami mensyukuri apa yang ada di sini, termasuk teman-teman dan saudara baru yang membersamai dan pelajaran-pelajaran yang ada di dalamnya.
Kalau dibandingkan tahun lalu, Idul Fitri tahun ini terasa lebih 'lebaran'. Hari jumat, sabtu, sampai minggu alhamdulillah ada agenda yang dilakukan layaknya lebaran di tanah air. Sekarang minggu sore, kami baru pulang dan saya baru sempat menyelesaikan tulisan ini. Sekarang saya juga sudah sampai bosan makan santan.
Selamat hari raya Idul Fitri, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Eid mubarak!
Chandra & keluarga