Saya pernah nulis tentang TVRI Sports, di mana berkat channel itu saya bisa tahu berbagai cabang olahraga yang belum pernah dilihat atau belum familiar sebelumnya. Sekarang saya nemu hal yang sama di Ziggo Sport: professional darts, snooker, speed skating, biathlon, balap kuda, tenis, liga hoki Swedia, dan yang terbaru mereka menayangkan Winter Olympics dengan segala cabornya. Watching football is fun, tapi nonton olahraga yang nggak tahu satupun atletnya dan nggak tahu seperti apa aturannya juga seru.
Pertama yang saya lakukan ketika menemukan cabang olahraga baru adalah coba memahami bagaimana cara main dan penilaiannya. Speed skating terlihat seperti cepet-cepetan saja, tapi kalau dilihat meta-nya ada cara main di mana atletnya bertukar lane setiap putaran dan pakai handband warna tertentu untuk penanda mana yang start dari lajur dalam dan lajur luar.
Professional darts seperti hanya melempar ke arah papan untuk cari skor tertinggi, tapi kalau dilihat lebih cermat mereka mengincar kolom tertentu lebih sering dari yang lain, misalnya triple 20 untuk mengejar one hundred and eighty. Tapi di saat yang lain mereka nyari triple 19 supaya menghilangkan sisa ganjil, lalu di akhir mereka berusaha menyisakan kelipatan 2 (8, 16, 32, 64, dst) supaya lebih mudah closing-nya.
Setelah tahu cara mainnya, saya mulai bisa membedakan mana yang jago dan mana yang jago banget. Sampai akhirnya tahu beberapa nama seperti Luke Littler, Luke Humphries, dan Van Gerwen di darts; Fedor Gorst, Johan Chua, dan Alcaide di nineball; serta jadi ngerti kalau Alcaraz, Sinner, dan Sabalenka memang sejago itu di tennis. Atlet-atlet langganan juara ini asik ditonton sebagai neutral karena kadang-kadang mereka bisa perform sesuatu yang nggak terpikir sebelumnya, seperti nonton prime Messi membawa bola melewati 5 pemain lawan.
Sampai level ini mulai terasa ada olahraga yang bisa saya nikmati dan yang tidak. Kalau saya minat akan saya dalami lebih jauh lagi seperti bagaimana sejarahnya olahraga ini, saya cari highlight-highlight-nya di youtube, dan saya eksplor trivia-trivia yang ada misalnya bagaimana dalam hill jump dulu atlet lompat dengan posisi ski sejajar namun setelah diriset ternyata posisi V memungkinkan terbang lebih jauh dan lama, kemudian dalam lompat tinggi seorang atlet mengubah cara lompat once and for all dari konvensional ke cara punggung, dan tentu saja saya cari tahu soal stance goofy tadi.
Jadi ternyata dalam cabang olahraga halfpipe dulu awalnya pemain melompat dengan posisi kaki kiri di depan. Lalu muncullah tokoh kartun Goofy yang kalau berselancar kaki kanannya di depan. Ketika akhirnya ada atlet profesional yang menirunya kemudian gaya itu disebut gaya Goofy. Ya, dari kartun ke panggung olimpiade.
Salam olahraga,
Chandra
0 comments:
Post a Comment