Masjid untuk Semua


Di Subuh terakhir Ramadhan tahun ini alhamdulillah kesampaian salat di Masjid Jogokariyan. Thanks to teman-teman yang membersamai walaupun berarti motoran berkilo-kilometer jam setengah 3 pagi.


Jogokariyan kini sudah dikenal lebih dari sekedar masjid. Kampung Ramadhan Jogokariyan (KRJ) yang sudah berlangsung selama 20 tahun berturut-turut adalah fastival lintas keyakinan dan budaya. Pasar sore-nya mempertemukan ratusan pedagang dengan ribuan pembeli, perputaran uangnya diperkirakan dalam orde milyar. Beberapa bidang tanah di sekitar masjid dijadikan kantong parkir dan disana terparkir banyak kendaraan plat luar daerah. Toko, hotel, dan warung makan banyak buka di sekitar masjid. ATM bank, BTS telekomunikasi, dan klinik pun ada.

Namun sebagai masjid tentu pelayanan ibadah tetap jadi prioritas. Ruang salat dibuat sangat nyaman dan wangi. Sistem pendingin sentral, sound system, dan multimedia berkualitas terpasang di dalamnya. Tempat wudhu dan toilet terjaga bersih. Baitul maal mengelola zakat, infaq, dan sodaqoh dalam jumlah besar karena memang banyak jamaah yang mempercayakan. Buka puasa 3500 porsi piringan untuk mencegah menumpuknya sampah. Program i'tikaf 10 hari terakhir full menginap di masjid dengan diberikan fasilitas. Takmir menjalankan masjid dengan orientasi pelayanan pada jamaah, banyak sentuhan personal yang membuat jamaah betah.

Masjid Jogokariyan secara fisik tidaklah megah, banyak masjid yang lebih besar dan mewah. Tapi masjid ini dengan segala komponen penunjangnya dimanage dengan sangat advance untuk sebuah masjid. Sudah seperti mengurus perusahaan saja. Pengurus masjid sangat serius memberikan layanan terbaik bagi para jamaahnya, 24 jam x 30 hari selama bulan ramadhan. Melayani sebanyak mungkin jamaah sambil tetap menjaga kekhidmatan ibadah, kenyamanan, dan tanggung jawab sosial. Ribuan jamaah, ratusan relawan, masjid ini tak pernah sepi selama ramadhan. 

Masyarakat sekitar pun sangat suportif. Jalan Jogokariyan sering sulit dilewati saking banyaknya jamaah. Warga sekitar mungkin banyak yang pernah mengalami kesulitan ketika mau pulang ke rumah. Tapi justru masjid ini jadi kebanggaan bagi masyarakat Jogokariyan khususnya dan masyarakat Jogja pada umumnya. Masjid Jogokariyan adalah definisi masjid yang makmur. Meski begitu Ustadz Salim A Fillah dalam kuliah subuhnya tadi pagi mengatakan bahwa Masjid Jogokariyan tidak sempurna, tidak ingin jadi sempurna, apalagi terlihat sempurna. Glembuk Yoja banget.

Masjid yang nyaman untuk semua, beneran untuk semua.

Thanks,
Chandra






0 comments :

Post a Comment