Hiburan dari Grup Mancing Mania Jogjakarta


Saya bukan orang yang hobi mancing, portfolio mancing saya minim, hanya beberapa kali mancing di pemancingan dan kali kecil samping rumah. Teknis mancingnya mungkin bisa, tapi kesabarannya saya nggak punya. Waktu kecil, kalau ada ajakan main bola atau nyepeda ke kampung-kampung sebelah saya semangat, tapi kalau diajak mancing paling cuma nonton.

Ketika SMA saya punya teman dekat yang hobi mancingnya agak kronis, sebut saja namanya Rangga. Dia berkelana ke banyak spot-spot mancing di Jogja, terutama Bantul. Ternyata dia tahu tempat rekomendasi mancing dari sebuah grup FB yang namanya Mancing Mania Jogjakarta atau disingkat MMJ.


Sejak pertama kali dia tunjukkan grup itu, saya langsung tertarik dengan isinya, walaupun saya nggak suka mancing. Segera saya join nggak pakai lama. Saya bukan pengguna aktif Facebook, tapi ketika buka FB biasanya yang saya lakukan antara mencari akun orang atau buka grup. Ada 2 grup, Mancing Mania Jogjakarta (MMJ) dan Info Miayam Jogja (IMJ). Soal IMJ mungkin lain waktu, MMJ dulu.

Konten grup MMJ tentu saja seputar mancing dan ikan. Tapi buat saya pribadi yang terpenting bukan itunya, melainkan bahasa yang digunakan orang-orang untuk membuat postingan. Anda biasa rasakan aroma perjuangan dan persaudaraan dalam postingan di bawah ini


Orang yang banyak ngepost di MMJ kebanyakan sebaya dan yang lebih tua dari saya. Demografinya mirip dengan lingkungan pergaulan saya di kampung. Sejak kecil hingga remaja, saya sering bergaul dengan mas-mas dan bapak-bapak. Saya menikmati obrolan warung kopi, angkringan, dan pos ronda. Bahkan mungkin saya merindukannya.

Saya sangat mungkin bias chauvinisme atau terjebak nostalgia, tapi bagi saya tongkrongan pemuda Jogja punya corak yang khas. Corak inilah yang saya temukan di MMJ dan menjadikannya salah satu forum favorit saya.


Sebagai anak kelahiran 95, saya berada pada perbatasan milenial dan gen Z. Saya tidak nyambung-nyambung banget kalau ngobrol dengan abang-abangan itu sebenarnya, apalagi setelah bermigrasi ke kota lain. Tapi sekedar mendengarkan obrolan orang-orang di angkringan ketika di kampung halaman sudah sangat menentramkan. MMJ menjadi alternatif ketika belum bisa pulang.

Nyaris tiap 30 menit ada postingan baru di MMJ. Mulai dari yang laporan hasil tangkapan, tanya kondisi air di suatu tempat, jual alat pancing atau umpan, janjian mancing borongan, hingga yang mengandung curhatan pun ada. Bagi sebagian orang mancing adalah jalan keluar dari kerasnya kehidupan.

MMJ JOSSS!

0 comments :

Post a Comment