Perpanjang SIM Luar Daerah, Bisa, Tapi ?



Kali ini saya mau berbagi pengalaman soal mengurus perpanjangan SIM di luar daerah. Kalau domisili sama dengan KTP dan SIM sebelumnya sih simpel, tinggal datang ke Polres, SIM Outlet, atau SIM keliling pasti dilayani. Tapi bagaimana kalau tinggal di luar daerah ? Seperti saya yang KTP Bantul, D.I. Yogyakarta tapi tinggal di Bandung. Lebih lagi sekarang perpanjang SIM nggak boleh telat barang sehari. Telat sehari saja artinya harus pengajuan SIM baru.

Saya jelaskan dulu ya bahwa kondisinya saya pemegang KTP luar kota (Bantul) dan ingin memperpanjang SIM A di Bandung. Jadi mungkin bisa ada perbedaan minor dengan di daerah lain, misal biaya cek kesehatan atau mekanisme antrian. Kalau syarat umum sih sama harusnya se-Indonesia.

Oke, kita mulai dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk memperpanjang SIM A dan C (SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan C) :
1. Fotokopi KTP (KTP asli dibawa saja)
2. SIM asli yang akan diperpanjang, A dan/atau C
3. Surat keterangan dokter (di Polres, SIM Outlet, atau SIM keliling ada tempat pemeriksaannya).
4. Uang

Berapa biaya/uang yang harus disiapkan ? Kalau saya di Bandung, perpanjangan SIM A : 130.000, perpanjangan SIM C : 125.000, cek kesehatan : 40.000. Karena saya memperpanjang SIM A saja maka biayanya 170.000.

Masuk ke cerita proses perpanjangan SIM-nya ya. Hari Sabtu pagi saya pergi ke SIM Corner BTC Pasteur. Letaknya di dekat parkiran motor dan mobil. Saya langsung menuju ke bagian pemeriksaan kesehatan. Disitu saya baru tahu kalau SIM Corner hanya menerima perpanjangan untuk yang ber-KTP Kota Bandung, sementara yang dari luar tidak bisa diproses. Saya (lebih tepatnya kami, karena saya mengurus berdua dengan teman) diminta untuk ke SIM keliling di CFD Dago Minggu paginya. Okelah, tapi karena terlanjur kesana saya tetap cek kesehatan, biar nanti gak perlu cek lagi.

Karena belum puas, kami coba ke Polrestabes Bandung di Jalan Merdeka, tapi ternyata di sana juga tidak melayani KTP luar daerah. Kami diminta ke SIM keliling CFD Dago (sama seperti yang tadi) atau kalau mau hari itu juga bisa coba ke SIM keliling yang hari itu ada di daerah Burangrang. Karena tidak terlalu jauh dari Polrestabes kami memutuskan kesana, sayangnya waktu kami sampai formulir sudah habis. Akhirnya kami memutuskan pulang.

Minggu paginya kami ke CFD Dago, mendatangi SIM keliling. Mobil SIM keliling mangkal di sekitar moneychanger Dolarindo, Kartika Sari ke bawah dikit. Kami datang jam 6 pagi agak tidak kehabisan formulir. Tapi waktu itu bahkan pendaftaran belum buka. Kami siapkan syarat-syaratnya dulu. 

Karena hari sebelumnya sudah cek kesehatan, kami tidak perlu antri pemeriksaan lagi. Ternyata ini sangat menguntungkan karena begitu loket dibuka kami bisa langsung memasukkan berkas, sementara kebanyakan masih antri cek kesehatan. Saya mungkin urutan 6 atau 7. Sebagai catatan, tadi jam 7.30 formulir sudah habis, jadi memang harus datang pagi-pagi.

Setelah memasukkan berkas-berkas saya menunggu dipanggil. Ini agak lama karena datanya harus diinput dulu, mungkin menunggu sekitar 30 menit. Setelah dipanggil saya merapat ke loket dan membayar biaya perpanjangan SIM A, 130.000. Setelah itu menunggu sebentar, mungkin sekitar 10 menit untuk kemudian foto. Selesai foto, kami menunggu lagi cukup lama, 45 menit mungkin, untuk mengambil SIM yang sudah jadi. 

Secara keseluruhan saya datang jam 6 pagi dan pulang jam 8.30. Yaa 2.5 jam untuk keperluan 5 tahunan oke lah. Apalagi di CFD juga banyak tontonan. Kondisi di SIM keliling juga kondusif, tidak ada antrian yang chaos atau saling serobot. Kurangnya hanya kursi yang disediakan untuk antrian kurang, sehingga harus mencari tempat sendiri.

Begitulah cerita pengalaman saya memperpanjang SIM A di luar kota asal. Agak sedikit rumit karena harus bolak-balik, Semoga informasi ini bermanfaat, silakan dishare kalau ada yang membutuhkan, dan kalau ada pertanyaan silakan taruh di comment. Terima kasih :)

Salam,

0 comments :

Post a Comment