Football Manager 26 dibangun menggunakan game engine baru yaitu Unity. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas grafis match yang selama ini jauh tertinggal dari game sepak bola lain. Menurut reviewer tampilan match-nya memang membaik, tidak lagi seperti game PS 1. Desain UI pun tampak lebih modern jika dilihat dari screenshot-screenshot yang beredar. Tapi that's about it, UI-nya keren tapi tidak usable. Para early user mengeluhkan UI yang tidak responsif dan lebih lambat daripada FM24. Ini tentu sangat menyiksa karena dari dulu prinsip game di FM adalah di UI-nya itu sendiri bukan di match video.
"Incredibly unfinished game", "Just play FM24 with mods", "Shocked at how bad this game is. After 5 hours of gameplay I am back to FM24", "Not recommended mostly for not reading the room and ignoring feedback". Itu adalah beberapa komentar orang-orang di Steam yang menunjukkan ketidakpuasan player pada FM26. Tentu ada juga yang memberikan feedback positif terutama karena tampilannya yang semakin real. Tapi secara jumlah kalah banyak dengan yang mengkritisi.
Pindah ke game engine baru memang artinya menanggalkan learning bricks yang selama ini sudah dibangun. Mungkin sekarang SI sedang scrambling mengeluarkan update-update untuk menjawab kritikan-kritikan yang diberikan. Pivoting ini bisa jadi memang langkah yang harus diambil karena mau sampai kapan memertahankan grafis yang terlalu sederhana itu. Sayangnya FM26 tidak dipersiapkan dengan cukup matang walaupun sebelumnya sudah mengorbankan rilis FM25. Tapi ya saya bisa membayangkan gimana marah-marahnya orang kalau FM26 dibatalkan juga. Maju kena mundur kena buat SI.
FM26 tetap jadi game populer di Steam, pada chart mingguan terbaru game ini ada di posisi 10 Top Seller, satu peringkat di atas EA Sports FC 26. Harganya yang lumayan tinggi tidak mencegah para fans untuk menginstalnya. Tapi kalau isu-isu yang muncul tidak segera diselesaikan bisa-bisa FM26 selesai dan SI akan semakin under pressure untuk mendeliver FM27 yang benar-benar bisa dimainkan.
Melihat review-nya yang seperti itu, saya memutuskan untuk bertahan di FM24 sementara ini. I can live with the graphics sambil berharap FM27 tahun depan adalah masive improvement. Lagipula di FM24 sekarang lagi jaya-jayanya bersama NEC dan on course to be challenging for Eredivisie title.
Chandra
0 comments:
Post a Comment