Menikmati Jakarta


Banyak terlihat sepanjang jalan Sudirman Jakarta, mereka melaju pelan di jalur sepeda dan kadang-kadang berhenti pasang standar dua. Sambil membunyikan bel sepedanya mereka menawarkan kopi sachet pada orang-orang yang sedang menikmati malam ibukota.

Stang penuh rentengan minuman sachet berbagai jenis dan merk. Beberapa punya kotak berisi rokok dari macam-macam brand yang tentu saja bisa dibeli ketengan. Popmie dan gelas plastik sekali pakai melengkapi komponen centelan depan. Pada bagian belakang dipasang box tambahan untuk memuat segala macam kebutuhan layanan. Ada termos air panas, termos es, gula, dan beberapa botol air mineral (atau ada juga yang pakai 'jumbo'). Tak lupa sebuah papan di belakang untuk meletakkan gelas waktu air panas dituang, ada yang dibuat berupa lubang untuk mencegah gelas kepleset.

Siapapun yang pertama punya ide jualan kopi sachet keliling pakai sepeda dengan desain seperti ini pastilah seorang jenius. Bisa-bisanya barang sebanyak itu cramped pada tempat yang sangat terbatas tanpa menjadikan sepeda sulit dikendalikan. Belum lagi penataan yang baik dan estetis bisa menjadikan orang yang tadinya nggak haus jadi ingin minum.

Sebagai orang yang tidak doyan kopi dan tidak merokok sebenarnya saya bukan target market mereka. Untung ada nutrisari sehingga kalau sesekali ingin tetap bisa menikmati. Starling alias Starbak Keliling adalah alternatif nongkrong ketika di masa PPKM pusat belanja tutup sangat awal. Nggak well memang Jakarta ini, mall adalah jujugan utama ketika sekedar mau duduk-duduk saking nggak adanya tempat.

Ada dua persebaran utama starling ini. Kalau malam hari mereka ada di jalan-jalan besar dengan trotoar ramai seperti Jalan Sudirman, Satrio, dan daerah Salemba. Spot-spot penuh anak muda seperti Blok M juga tidak mereka lewatkan. Sementara ketika siang sasaran mereka adalah kawasan perkantoran, melayani karyawan yang mau ngopi dan udud di sela-sela pekerjaan. Yes masih ada di lokasi-lokasi lain, tapi either jumlahnya tidak banyak-banyak amat atau jualannya pakai motor. Bagi saya yang pakai motor tetap tidak bisa disamakan dengan yang mengayuh sepeda. 

Untuk kamu yang sedang PDKT atau newmarry yang sedang mengenalkan pasangannya pada ibukota, coba ajaklah partnermu starling date. Malam-malam minum minuman sachet sambil duduk di trotoar melihat mobil motor lalu lalang. Saya jamin obrolannya lebih padat dan gampang mencari topik pembicaraan daripada duduk di Starbak yang sebenarnya (ini jauh lebih murah pula). Karena menurut saya sangat banyak realita baik dan buruknya Jakarta bisa dilihat dari apa yang terjadi di atas jalanannya.

Sekian,
Chandra
tulisan ringan ditulis dari hp di hari minggu pagi

0 comments :

Post a Comment