Amigos


Sebuah sisi lain yang jarang diketahui dari bekerja di segitiga emas adalah kebiasaan makan siangnya. Dulu sebelum disini saya pikir orang-orang yang bekerja di kawasan ini lunch-nya di kalau tidak di kafe ya di mall. Nyatanya, sebagian besar pekerja tidak melakukan itu. Justru spot paling ramai di jam istirahat siang jauh dari kesan blink-blink yang banyak diduga orang.

Spot paling ramai itu ada di belakang deretan gedung-gedung Sudirman Thamrin Kuningan, kawasan kampung kota dimana banyak buka warung-warung dan pedagang kaki lima. Disanalah epicentrum pekerja yang menghabiskan waktu istirahat sambil makan siang.

Namanya juga kampung kota, tempatnya memang tidak rapi apalagi nyaman. Tidak heran sebutan prokem-nya tempat makan seperti ini adalah Amigos alias Agak Minggir Got Sedikit. Ada beberapa alasan warung-warung ini ramai didatangi.

 
Pertama tentu saja karena murah. Dengan uang 15-25 ribu saja kita sudah bisa kenyang, bandingkan dengan lunch di tempat fancy yang bisa sampai 100 ribu sekali duduk. Memang beda di sisi instagramable-nya sih, tapi kalau menyangkut rutinitas harian ya motif ekonomi lebih penting. Makan mahal sesekali, hari lain ya ke belakang gedung. Faktanya, beberapa makanan amigos ini genuinely enak, bukan cuma asal jualan.

Kedua, bisa ngudud. Saya bukan perokok, tapi biasanya kalau makan di belakang kantor nongkrongnya jadi lama karena beberapa teman sebat atau nge-vape dulu. Setelah beberapa jam di ruangan ber-AC, orang yang terbiasa merokok biasanya craving tempat terbuka seperti ini. Saya juga beberapa kali jumpa pegawai level bos (yang gak masalah dengan harga) memilih makan di amigos karena bisa ngrokok.


Ketiga karena dekat, tidak perlu pesen ojek online untuk menuju lokasi, dan tidak menghabiskan waktu di jalan. Beberapa kantor punya waktu istirahat yang ketat jadi masalah jarak ini jadi penting. Kalaupun tidak nyaman makan di tempat bisa dibungkus lalu makan di dalam gedung. Simpel, cepet, nyaris tanpa nunggu.

Keempat, variasi makanannya sangat banyak. Warung standar makan siang seperti masakan padang, warteg, dan warung nasi asgar jelas ada. Gerobak mie ayam, bakso malang, siomay batagor, ketoprak, gado-gado, soto mie bogor, sampai sate ada. Cemilan tahu bulat, cimol, kentang goreng, pukis, gorengan, dan berbagai jenis es ada. Ayam bebek goreng dengan macam-macam varian sambalnya juga tersedia. Selain itu biasanya tidak jauh dari sana berdiri Indomaret, Alfamart, dan Circle K kalau perlu sekalian beli sesuatu.



Pandemi membuat warung-warung belakang gedung berkurang pendapatannya karena berkurangnya jumlah orang yang berangkat kerja. Tapi saya cukup yakin komunitas ini akan tetap ada. Sejak awal bekerja disini saya tahu bahwa istirahat siang di belakang kantor adalah opsi paling make sense. Selain alasan-alasan di atas, warung amigos memberi ruang bagi pekerja untuk berkoneksi secara bebas dan non formal antara satu dengan yang lainnya. Obrolan di warung sambil ngopi lebih berbahaya daripada di dalam ruangan kantor.


Chandra

0 comments :

Post a Comment