Pengabdi Sedan



Rata-rata masyarakat indonesia saat ini menganggap orang itu kaya kalau sudah bisa beli mobil Pajero Sport atau Fortuner terbaru. Tapi di tahun 80-90an, orang disebut kaya ketika bisa membeli sebuah sedan. Secara waktu itu keluarga anaknya banyak, tapi mau mengeluarkan uang untuk kendaraan yang kurang praktis karena hanya bisa muat maksimal lima orang.

Maka kalau mencari mobil tahun 90an di forum dan platform jual beli, gampang menemukan mobil jenis sedan. Ada keluarga corolla (corolla dx, corolla wagon, great corolla), keluarga civic (civic estillo, civic genio, civic ferio), lalu accord (accord maestro, accord cielo), dan mitsubishi lancer dari berbagai generasi. Tidak ketinggalan duo Jerman, BMW (3 series, 5 series, 7 series) dan mercedes (c-class, e-class, s-class).

Accord Maestro
Civic Estilo
Bekas-bekas kejayaan sedan masih terasa sampai sekarang dengan tingginya pajak jenis mobil ini dibandingkan varian MPV (avanza, innova, serena, dll) maupun SUV (rush, ecosport, fortuner, dll) di tingkat harga yang sama. Meski begitu, para pengabdi sedan tetap enggan beralih ke jenis mobil lain.

Persaingan pabrikan mobil dunia di sektor sedan adalah yang paling konsisten sejak tahun 80an hingga sekarang. Meskipun populasi di jalan tidak banyak, tapi masing-masing merk punya produk sedan di berbagai kelas harga. Mulai dari pabrikan Jepang hingga Jerman terus memperbarui generasi-generasi sedannya mengikuti perkembangan teknologi, tuntutan keamanan, dan selera masyarakat.

Great Corolla (Greco)
Civic Ferio
Honda masih meneruskan trah civic-nya hingga sekarang lahir civic turbo. Begitupun Toyota tidak ketinggalan dengan corolla-nya, sekarang ada corolla altis. Untuk pasar lebih mahal, Honda punya Accord dan Toyota punya Camry, keduanya juga terus menelurkan generasi-generasi baru.

Inilah menariknya sedan, head-to-head antar pabrikan sangat nyata. Terutama 4 pabrikan dengan budaya sedan yang panjang di Indonesia. Toyota melawan Honda, BMW melawan Mercedes. Mitsubushi, Chevy, Ford, Kia, dan Nissan juga punya sedan. Tapi line-up mereka tidak selengkap 4 merk sebelumnya.

Untuk kategori Jepang, di level paling murah ada persaingan antara Toyota Vios dan Honda City. Vios adalah versi sedan dari Yaris sedangkan City adalah versi sedan dari Jazz. Kita tahu Yaris dan Jazz juga bersaing ketat di pasar hatchback Indonesia.

Secara dimensi Vios dan City mirip, namun yang lebih plek-plekan adalah kapasitas mesin (1.5 L) dan jenis transmisi yang digunakan (Manual 5 speed dan CVT). Meski begitu, secara tenaga City sedikit lebih unggul, dan lebih mahal sedikit.


Naik ke level sedan menengah, seperti yang sudah ditulis sebelumnya ada duel antara Corolla dan Civic. Nah beda dengan adiknya, Corolla dan Civic ini kelihatan bedanya di versi 2019. Civic berubah agrasif dengan bokong yang tinggi, sementara Corolla normal-normal saja.

Dalaman mesin juga berbeda, Civic punya dua opsi sedangkan Corolla hanya satu.

Mesin Civic 2019

  • 2.0-liter inline four; 158 horsepower, 138 lb-ft of torque; 30 miles per gallon in city driving and 38 mpg on the highway
  • 1.5-liter turbocharged inline four; 174 hp, 167 lb-ft of torque; 32 mpg city/42 mpg hwy

Mesin Corolla 2019

  • 1.8-liter inline four; 132 hp, 128 lb-ft of torque; 28 mpg city/36 mpg hwy

Sama-sama empat silinder, tapi jelas Civic punya tenaga lebih besar. Kalau diperbandingkan di kelas ini, Honda dengan Civic-nya lebih unggul.

Civic 2019
Naik ke kelas lebih mahal, di harga 600 jutaan ada Honda Accord dan Toyota Camry. Camry hadir lebih mendobrak dengan mengeluarkan varian hybrid di generasi terbarunya. Dengan adanya dua mesin (bensin dan listrik), Camry punya tenaga lebih besar. Namun, Camry juga punya versi bensin saja, tenaganya pun masih lebih tinggi dari Accord (Camry: 180hp/239Nm, Accord: 173hp/225Nm).

Namun Accord dijual dengan harga lebih mahal, hal ini dikarenakan Accord punya fitur lebih lengkap. Beberapa fitur Accord yang tidak bisa ditemui di Camry diantaranya: cruise control, keyless entry, traction control, dan sensor parkir.

Camry Hybrid 2019

Bergeser ke Eropa, kita akan menemukan persaingan abadi antara BMW dan Mercedes. Perseturuan ini bukan hanya terjadi di Indonesia tapi di seluruh dunia. Di sebagian negara, Audi ikut meramaikan permainan. Level BMW dan Mercedes berada di atas Honda dan Toyota baik secara harga maupun fitur sehingga populasinya di Indonesia tidak terlalu banyak.

Secara pola persaingan, Honda-Toyota dan BMW-Mercedes serupa. Honda punya City, Civic, Accord. Toyota punya Vios, Corolla, dan Camry. BMW dan Mercedes juga punya 3 hirarki sedan dengan format penamaan lebih sederhana mengikuti sejarahnya.

BMW punya 3-series, 5-series, dan 7-series. Besok-besok kalau lihat sedan BMW di jalan lihat badge di belakangnya. Jika tertulis 318i, 320i, 325i maka itu 3-series. Kalau 520i, 523i, itu 5-series, begitu pula untuk 7-series. Untuk Mercedes penamaannya serupa namun karakter pertama menggunakan huruf. Mercedes C200, C280 adalah C-class, begitu pula untuk E-class dan S-class kelas yang lebih tinggi. Head to head-nya 3-series dengan C-class, 5-series dengan E-class, dan 7-series dengan S-class.

BMW 3-Series 2019
Mercedes S-class

Sekian sedikit wawasan saya soal dunia persedanan. Kalau saya, sedan yang jadi impian adalah Civic FD2. Mobil ini memang sudah nggak baru, tapi juga belum terlalu tua. Populasinya lumayan banyak di Indonesia, bengkel dan sparepart tidak susah. Yang paling penting adalah desainnya yang sporty dan laki, terutama kalau dipasang spoiler belakang. Woow!!


@chandranrhmn

1 comment :

  1. Setuju sekali kak, di tahun 80-90an memang banyak orang kaya yang mengendarai mobil sedan. Di tahun itu mobil tersebut memang dikenal sebagai mobil untuk kelas atas. Sebelum memutuskan untuk mengganti lampu variasi kendaraan Anda, maka berikut 4 hal yang patut diperhatikan saat membeli lampu variasi mobil agar nantinya tidak rugi.

    ReplyDelete